Monday, November 30, 2009

Benar-benar sayangkah anda?

I received this from Ainul thru email and would like to share it with everyone.....


Aku terlanggar seorang asing semasa berjalan,
"Oh maafkan saya, saya tak perasan"
Katanya "Maafkan saya juga,
Saya tak nampak saudara"
Kami amat bersopan dan saling menghormati,
Kami saling melambai sambil berlalu pergi,


Tetapi di rumah lain pula ceritanya,
Bagaimana kita melayan orang tersayang, tua dan muda,
Lewat petang, tika memasak makan malam,
Anak lelaki kecilku berdiri di dapur secara diam-diam,
Bila berpaling aku hampir melanggarnya jatuh,
Jerkahku, "Jangan buat kacau di sini, pergi main jauh-jauh"
Dia berlalu pergi, hatinya hancur luluh dan beku,
Aku tak sedar, bertapa kasarnya kata-kataku,
Sedangku berbaring di katil mendengar musik,
Terdengar suara halus datang membisik,
"Bila bersama orang tak dikenali,
Begitu bersopan dan merendah diri,
Tetapi ahli keluarga tersayang, sering dimarah dan dicaci",
"Cubalah kau pergi lihat di lantai dapur,
Kan kau temui bunga-bungaan berterabur",
"Itu adalah bunga-bunga dibawanya untuk kamu,
Dia memetiknya sendiri, kuning, biru dan unggu",
"Dia berdiri senyap agar jadi kejutan buat kamu,
Kamu tak pernah sedar airmatanya yang datang bertamu",
Pada tika ini, aku merasa amat kecil sekali,
Airmataku mencurah ibarat air di kali,

Senyap-senyap ku kebiliknya, dan melutut di katil,
Bangunlah, anakku, bangunlah si kecil"
"Apakah bunga-bunga ini dipetik untuk mak?
Dia tersenyum, "Adik terjumpanya belakang rumah di semak"
"Adik memetiknya kerana ia cantik seperti ibu,
ibu tentu suka terutama yang unggu,
"Maafkan ibu, atas sikap ibu hari ini,
Ibu tak harus menjerkah kamu, sebegini,

Katanya,"Oh, ibu, itu tak mengapa,
Saya tetap sayang ibu melebihi segala,
Bisikku, "Anakku, ibu pun sayang kamu,
dan ibu suka bunga itu, terutama yang unggu,

Adakah kamu sedar, sekiranya kita mati hari ini,
syarikat tempat kita berkerja akan senang-senang mendapat pengganti,
dalam hanya beberapa hari?

Tetapi keluarga yang kita tinggalkan,
akan merasa kehilangan kita sepanjang hayat.
Dan sedarlah, sekiranya kita menghabiskan masa kita kepada kerja,
Melebihi keluarga kita, adalah merupakan suatu pelaburan yang tidak bijak.

Bukankah begitu?
Jadi apakah maksud yang tersirat?

Sayangilah Keluarga Anda

Yes, kita kadang-kadang lebih mesra dengan orang luar, kawan-kawan sepejabat dan strangers dari keluarga sendiri...tanyalah diri sendiri...I rasa ada kebenarannya....siapakah yang sebenarnya kita sayangi...dan siapa sebenarnya yang menyayangi kita?

Wednesday, November 18, 2009

Hujan oh hujan................

Sekarang ni asyik hujan je...asal petang, hujan..kain dijemur walaupun kering berbau lembab...rimaslah pula, so boring punya hal, i terjumpalah pantun yang ada perkataan hujan...saje suka-suka...

kalau nak hujan, hujan sekali,
boleh saya bertudung kain,
nak buang, buang sekali
boleh saya mencari lain.

hujan dihulu hujan dihilir
hujan turun rintik-rintik
pandang dagu pandang leher
pandang kening bertambah cantik

hujan emas negeri orang
hujan batu negeri sendiri
abang jauh duduk seorang
adik di sini ternanti-nanti

pisau kecil baik dikilir
supaya deras matanya tajam
hujan di hulu hujan di hilir
gunung tinggi bilakah karam

hujan panas embun berderai
patah kemudi haluan perahu
hajat hati tak hendak bercerai
kuasa Allah siapa tahu

hujan panas dibulan puasa
bunga kenanga kembang ditaman
tilam emas bantal suasa
manakan sama berbantal lengan

hujan menderu di tengah hari
orang cina berpayung kain
adik rindu setiap hari
rupanya abang mencari lain

hujan lebat di tanah Jambi
naik ke darat bertanam getah
sangat hairan di hati kami
hujan lebat haram tak basah

air dalam bertambah dalam
hujan di hulu biarlah teduh
hati dendam bertambah dendam
luka dahulu bilalah sembuh

buah bacang masak di tangkai
hujan ribut jatuh melayang
saya dagang  tidak terpakai
bagai melukut di tepi gantang

hari redup berjalan di kota
alamat hujan ditengah hari
kalau hidup tak punya harta
biarlah mati tinggalkan budi

kalau tuan turun ke ladang
ambil saya sebatang  buluh
tuan umpama pohon yang rendang
hujan panas tumpang berteduh

ku sangka nanas dari permatang
rupanya pandan tidak berduri
ku sangka panas hingga ke petang
rupanya hujan di tengah hari

Wednesday, November 11, 2009

Be the best of whatever you are............

MJ's memorial speech by Martin Luther King's son (courtesy of google)


"And when you discover what you will be in your life, set out to do it as if God Almighty called you at this particular moment in history to do it. Don't just set out to do a good job. Set out to do such a good job that the living, the dead or the unborn couldn't do it any better.

If it falls your lot to be a street sweeper,
Sweep streets like Michelangelo painted pictures,
Sweep streets like Beethoven composed music,
Sweep streets like Leontyne Price sings before the Metropolitan Opera.
Sweep streets like Shakespeare wrote poetry.

Sweep streets so well that all the hosts of heaven and earth will have to pause and say: Here lived a great street sweeper who swept his job well.

If you can't be a pine at the top of the hill, be a shrub in the valley.
Be be the best little shrub on the side of the hill.Be a bush if you can't be a tree.
If you can't be a highway, just be a trail. If you can't be a sun, be a star.
For it isn't by size that you win or fail. Be the best of whatever you are."


— From the estate of Dr. Martin Luther King, Jr.

Tuesday, November 10, 2009

Hati tengah malasss......

sori beb, bila hati tengah malas, bosan dan segala yang negative bersarang di hati , apa dibuat semua tak jadi....tunggulah...tak tahu bila....saya lebih rela blog  hopping sana sini.... saat-saat begini lebih baiklah jalan-jalan je menjenguk sana sini.....mungkin saya kepenatan...penat dalam segala hal....or mungkin saya malas...segalanya mungkin.....