Monday, December 28, 2009

Dear Zizie Ezette............

Welcome to the world of " bermadu".  I am surprised  to note that you willingly want to be the 2nd wife, its not easy girl, awal-awal ni memang you rasa tak kesah, she is in Sabah and you are here in KL...you don't really cross each other path..tapi awas...akan tiba masa when you rasa tak senang rupanya berkahwin dengan suami orang ni....ada banyak benda rupanya untuk difikirkan.  Memang masa bercinta semuanya manis, semuanya boleh dan semuanya possible....tapi akan tiba masanya, yang manis tak semanis yang disangka, semua boleh adalah ikut keadaan waktu dan masa dan  yang possible tak mustahil it will not be possible anymore.... Masa tu its too late to back up, lebih-lebih bila ada commitment lain yang perlu difikirkan... Percayalah Zizie,  bermadu memerlukan  jiwa yang kuat,mental dan fizikal  yang mantap....sekiranya semasa single, kita independent, terpaksa melakukan banyak perkara sendiri, jangan ingat bila berkahwin, semua ini di tanggung sang suami...tidak Zizie....hidup bermadu bermakna kita kena pandai berdikari, kena ada kewangan sendiri yang mantap dan stabil, kena bersedia melakukan dan membuat keputusan yang  betul bila-bila masa diperlukan dan bersedia dalam semua keadaan, sama ada yang menyenangkan atau yang kurang menyenangkan...

Zizie, madu itu manis, tapi bermadu tidak....tiada manisnya when you have to share...especially bila you are the one yang taking him from his family....bersedialah untuk disumpah seranah...didoakan yang bukan-bukan, dan diumpat keji...apa lagi sekiranya dia mempunyai anak-anak yang telah dewasa...of courselah, sudah semestinya, anak-anak pasti menyebelahi ibu mereka, you adalah punca segala mala petaka dalam keluarga mereka, tidak kiralah kalau sebelum ini, anak-anak mereka tidaklah sebaik mana, malah siibu pun bukanlah sebaik dan isteri yang misalli...tapi yang penting you adalah perampas segala kebahagian keluarga mereka....kebetulan ada pula anaknya yang mendapat result teruk dalam pmr  or spm, semua ni adalah salah you..kerana konon anak hilang tumpuan belajar kerana masalah keluarga...yang puncanya adalah you...bersedialah Zizie, untuk diberi berbagai gelaran, dari sundal hingga ke jalang, atau lebih baik sikit, dipanggil "perempuan itu" oleh anaknya yang SPM pun belum lepas  bila berbual sesama mereka  instead of aunty , bersedialah Zizie, anak-anak dia tidak akan sekali menjadi anak-anak  you, bagaimanapun baikpun sekali layanan you..anak-anak dia tetap menganggap you orang luar yang memusnahkan hidup ibunya...bull shit with those yang berkata " oh saya sayangkan anak-anak tiri macam anak-anak saya"  no such thing Zizie, macam mana  you try to be a good step mom, you have to remember dari zaman tahun alif, ibu tiri adalah monster, tiada ibu tiri yang baik, jahat sahaja,  and  they will not want to be nice to you, mungkinlah, nasib you  baik, they will be nice to you infront of thier dad, sebab they know  how to politicalize the situation...lebih-lebih lagi if the father still supporting them...

Innitially,  memanglah  you will try to accept his kid as your own, tapi ini tidak akan terjadi kalau you aje yang hendak sedangkan dia orang sebenarnya menyampah nak pandang muka  you...lama-lama, bila you aje yang beriya-iya, sedangkan towards the end they still dont even want to talk to you, you will give up...you close all the doors and this is the beginning of all the disasters in your marriage....the father will think you are the one who  cannot accept his kids, wherelse the father tak tahu, anak-anak yang pandai politik, depan dia lain belakang dia lain...no Zizie, if this happen to  you , jangan fikir  you can complain to your hubby kalau anak-anak dia berkelakuan buruk dengan you...he will not listen...dia anggap anak-anak dia baik dalam segala hal, you juga  yang salah....ingat, dia was with them since birth, dengan  you cuma berapa tahun aje....kalau you mahu mengundang masam muka hubby kerana complain about his children  then go ahead tapi kalau you sanggup telan semuanya, then telanlah....you kena ingat, penyakit yang you cari ini ubatnya hanyalah berdoa semoga Allah kuatkan you...

Zizie, bersedialah akan segala kemungkinan...sebab sekuat mana you cuba mempertahankan perkahwinan  you lagi kuatlah pula badai yang melanda....akan ada berbagai lagi dugaan yang datang.  ini akan menguji ketahanan diri you. Memang ada masa, you just want to give up, its easier to letting go...akan tiba masa, you will feel tired pretending as if tak de ape-ape, you are okay, you will survive.....tapi sebenarnya  tanpa you sedari you built a wall between you and your hubby...suddenly  you will stop  being chatty and talkative, stop sharing with him stories at work or about something, you don't even discuss what to cook tonite anymore   and you suddenly become quiet and it pop up in your mind to  plan  and prepare you future alone without him....scary kan Zizie?  Well, sanggup ke you Zizie? 

If i know you personally, i will off course will tell you , dont ever get yourself involve with someone's hubby....not worth all the trouble that come with it...ape lagi kalau he still keep the first one...alang-alang being labelled as jalang, let me suggest that you should ask him to divorce  his first one, because, selagi he  still keep her, you will forever have a miserable life sebab anak-anak will still think that you will not be long with their  dad....lama-lama kena cerai juga and they will do anything to make sure this happen...and dont you think that hubby yang still keep his first wife ni sebab dia tak confident dengan you?  At least dia ada cushion and you ada ape?  Yang you ada hanya title janda...well, kalau you tak kisah, tak apelah...ape jugalah title janda tu...janda cantik lagi...after all, tak ada cacat celanya jadi janda, asal  your financial is strong ape nak takut...yang penting, you have to be financially independent....

Well Zizie, i wish  you all the best.  Semoga tabah. 

Sincerely yours,

No comments: